Tentang BPJS

Berikut beberapa fakta yang saya temukan saat mengurus dan menggunakan BPJS.

Pros:

  • Menanggung hampir semua penyakit dan rentang usia, termasuk calon bayi.
  • Petugas sangat berempati dan fleksibel, termasuk saat mengurus surat-surat yang tidak berbentuk hardcopy. Saat diminta, mereka bersedia membantu melayani surat-surat dalam bentuk softcopy.
  • Metode pembayaran yang cukup banyak dan bervariasi.
  • Bisa pindah Faskes yang dekat dengan tempat tinggal.
  • Para dokter yang tidak membeda-bedakan pasien tunai maupun BPJS, bahkan menawarkan para pasien untuk menggunakan BPJS ketika muncul keluhan mengenai biaya.
  • Penggunaan BPJS yang mudah, hanya tinggal membawa fotokopi KIS, KTP dan surat rujukan.

Cons:

  • Kurangnya informasi mengenai perlunya fotokopi KK untuk mencetak Kartu Indonesia Sehat (KIS).
  • Tidak adanya informasi bahwa BPJS hanya dapat dipakai satu kali saja dalam sehari.
  • Saat ingin membuat rujukan, pasien yang memiliki keluhan serius tidak akan ditangani, karena diminta untuk memilih apakah saat itu datang berobat untuk membuat rujukan atau ingin diperiksa keluhannya. Tidak bisa membuat rujukan sekaligus memeriksakan keluhan (namun hal ini tidak terjadi di Puskemas).
  • Waktu antri pembuatan KIS adalah 6 jam. Saat loket sudah akan tutup, ditanyakan siapa saja yang namanya belum dipanggil. Nama-nama yang belum dipanggil itu kemudian secara berkelompok langsung dibuatkan KIS yang ternyata selesai dalam waktu sepuluh menit saja.
  • Obat simvastatin tidak ditanggung, sementara di Formularium Nasional 2016 obat tersebut seharusnya ditanggung oleh BPJS.
  • Tidak semua dokter spesialis konsultan dapat menangani pasien BPJS.
  • Pemeriksaan gigi tidak dilakukan secara menyeluruh, hanya dilihat area yang penting saja.

Jika dilihat dari data di atas, benefit BPJS sangat besar dan cocok untuk digunakan ketika terjadi keadaan gawat darurat. Sumber daya manusianya pun sangat bagus dan memiliki keinginan untuk membantu.

Namun, BPJS memiliki kendala yang sangat besar di bidang operasional, sehingga menyebabkan kerugian waktu dan justru menyebabkan sakit fisik akibat terlalu lama menunggu (nyeri otot dan hipertensi, yang sungguh-sungguh terjadi berdasarkan cerita orang-orang yang saat itu mengantri dengan saya).

Saya sangat mendukung program ini, karena sangat membantu saya, keluarga dan juga kerabat lainnya. Semoga untuk ke depannya operasional BPJS dapat lebih ditingkatkan lagi karena manfaatnya sangat terasa untuk pasien dan keluarga.

Catatan: Cons yang saya tuliskan di sini kemungkinan berkaitan dengan kebijakan Faskes pilihan saya, dan mungkin tidak berhubungan dengan kebijakan BPJS, sehingga mungkin tidak terjadi di Faskes lainnya.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s