Clandestine

Ada kesah tanpa keluh.
Dibalut gulita yang tak menggelap.

Ada juga benderang yang tidak diawali terang.
Dilapis manis yang bukan terurai dari gula.

Ada pula cacat tanpa didahului jejas.
Dikerat tajam oleh lembutnya hati.

Ia berhenti.

Ia ingin mengucap.

Tapi jawabnya tidak memiliki pertanyaan.

Lalu ada sia-sia.

Maka ia terpejam.

Luruh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s