Menikahlah Denganku

untuk #15HariNgeblogFF, hari kelimabelas.

Kata mereka, dua kata itu terdengar indah kala jatuh berderai dari bibir orang terkasih.

Masih juga kata mereka, bisikan ‘aku cinta kamu’ yang tertutur manis dari orang yang dicintai amatlah membuai hati.

Namun bagi Ranting, satu kalimat pendek itu terdengar kembar layaknya caci maki yang diumbar.

Dan masih juga bagi Ranting, ‘aku cinta kamu’ seharmoni dengan muntahan kutuk ‘mati saja kau’.

Tapi, bisik Ranting, binar di matanya lah yang melantunkan dua kata itu, memandu hatiku untuk menari bersama.

Dan masih juga bisik Ranting, hangat kasihnya yang membalut setiap peluk lah yang menyenandungkan ‘aku cinta kamu’ ke seluruh semesta akalku.

—-

“…yakin, Tom?”

Tombak mengangguk mantap.

“…tapi, Ranting kan..”

Tombak tidak mengubah keputusannya.

Tidak ada makhluk yang sempurna.

Ia tetap akan menikahi Ranting walau calon istrinya itu mengidap tuli permanen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s