Kaaangen

Inspired from a friend, so this one’s for her :)

Aku kangen kamu, sampai leherku nyaris patah, tak kuat lagi menyangga logika penangkal hadirmu.

Aku kangen kamu, sampai mataku nyaris kempis, tak mampu lagi menghisap bayangmu.

Aku kangen kamu, sampai kepalaku nyaris putus, tak dapat lagi mencitrakan imajimu.

Aku kangen kamu, sampai lidahku mati rasa;Â mengujar, mengucap, mengelu, meronta; terkepung di antara barisan aksara pembentuk namamu.

Aku kangen kamu, sampai hidungku nyaris buntu, tersesat mencari aroma ragamu.

Aku kangen kamu, sampai tangan kakiku nyaris lumpuh, tak mau berteduh dan terus memburu rengkuhmu.

Aku kangen kamu, sampai jantung hatiku membengkak lalu meledak, menancapkan serpihan rindu di sekujur tubuhku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s